Ah Gelap

Kau sudah melupakan, wahai bidadariku

Kau telah kembali kekayangan

Sulit dijangkau akal sehat ku

Haruskah aku membenci pagi

Ketika ia datang mimpi ku berakhir Read the rest of this entry »

TERIAKAN WAKTU

Ketakmampuanku menciptakan sayap

Seiring berterbangan burung pulang ke halaman

Rentetan jiwa kian berpacu

Diantara gejolak jiwa teduh

Duhai kau perempuan Read the rest of this entry »

BINATANG LIAR

Kenapa kau hitamkan pemikiran cinta
Lalu berkata begitu mudah menjadi manusia berakhlak
Apalagi politikus berbudi luhur
Terpampang ditepi jalan baliho-baliho, spanduk mu Read the rest of this entry »

Tapak Tuan

Tapak Tuan

Tapak Tuan / Foto : Nasruddin Oos

Kau berdiam diri dalam gelap
Lampu teplok ku tawarkan
Kau sangsi dan ragu akan cahayanya
Bias alasan mu berasap dan memberi noda hitam Read the rest of this entry »

Dalam hening cawan ku lihat wajah mu
Dalam kelam malam bayangan mu bermain
Belum saja keliru ku terjemahkan
Arti hadir mu di petang hari Read the rest of this entry »

Mentari baru saja muncul diupuk timur mengeringkan embun dan memaksa tinggalkan mimpi semalam, kuncup bunga meraung diantara desir bayu tergelupas senyum mu diketika itu dari sudut jendela perantauan jiwa ku menemukan kau yang merindu disana. Read the rest of this entry »

Mengintai sudut ruang diantara rindu tercecer, kabutpun mengabaikan awan riuh sajaknya mengumpat rindu terbengkalai dibanting hari, hati ku mulai menepi menetap disamping mu sayang ku.

Ingatkah kau, ditepi laut lepas dulunya kau menjanjikan untuk tak meninggalkan ku, ya mungkin saja disaat itu hati mu lagi bergelora karna cinta waktu itu. Kok kini cinta itu tak ada lagi ya. Wow sensasinya dirimu luar biasa, kenapa begitu cepat kau alihkan dengan alasan cinta itu bukan lagi untuk ku. Read the rest of this entry »

Kau tersenyum mawar ditangan

Bahasa tubuh mu begitu menawan

Aku kaku diatas batu

Akan rona merah jambu mu Read the rest of this entry »

Pagi dalam pelukan mendung, belaian air rintik-rintik telah menjamah dingin, risau menunggu kopi datang kebetulan loteng dan atap telah bermain musik. selamat pagi sayangku

Pagi diawali rasa gundah dari langit terlihat menyepi seiring roda waktu berputar, kisah berputar balikan fakta terdengar sangat pesimis dari ranah negeri yang tak terkunjungi lagi. Ah, mencintai sekedarnya saja berkilah teman ku, habis banyak banget sich persoalan terjadi dalam ranah cinta tak jua kunjung menuju arah diinginkan. Read the rest of this entry »

“Makin panas saja kota Banda Aceh”, celoteh seorang kawan pada suatu sore. Di sebuah teras, di bawah langit mentari pancarannya silau benturan kumpulan air di kubangan dekat kebun tumbuhi rumput-rumput tanpa tanaman lain sekilas terlihat.

Waktu kian beranjak seiring pertemuan kerap dibatasi waktu, tanpa menyadari jurang pemisah di antara kabut menutupi awan malam pun bercerita setelah meninggalkan warna jingga diujung senja. Read the rest of this entry »

Edisi 01

Menyimak belahan angin berhembus, rindupun berpadu pada yang tak ku mengerti, mengelitik naluri seakan janji masih terpatri, pada yang berlalu di bayu pagi, pada yang menatap diujung senja menanti, aku saja masih berkutit pada siang terbelai angin.
Read the rest of this entry »

Sebelumnya ku ucapkan, Selamat atas wisuda dan telah pun mendapatkan gelar ku hanya bisa mendo’akan semoga saja semakin bermanfaat bagi kemasyarakat Aceh umumnya dan khususnya kampong halaman tiap-tiap diri kalian. Sayangnya aku tidak disitu menyaksikan langsung siding umum serta memandang limit wajah yang cerah penuh bahagia. Read the rest of this entry »

ATASNAMA ACEH

Kitakah yang terbata-bata
Terlelap dalam lelah
Latah terjaga
Tak siap lantas menyalahkan
Menunding, layang layang yang terbang diujung bambu Read the rest of this entry »

Tidak ada yang adil dan tidak ada yang salah karena semua itu pernah memberi kesempatan, baik itu perasaan cinta ku, kerinduan, bahkan aku tak tak pernah memaksa sebuah bentuk dikriminasi penindasan jiwa, semua berjalan dengan sendirinya, dimana aku menatap kamu dengan sebuah nafsu, aku dekati, aku kenali sebuah jeruji hati. Read the rest of this entry »

Pagi terbalut dingin, rindupun tergilas diujung subuh dikala nuasa gelap diantara tergelap. Pagi bercerita tentang matahari yang belum saja menumpahkan panasnya. Kamar masih berserakkan dengan malasnya tergolek diatas ranjang empuk, memandangi langit-langit kamar menerawang apa telah terjadi diantara dua hati. Read the rest of this entry »

Alue Teungeut,, 26 Desember 2008

Kepada Yang Tercinta
Sang Penawar Hati
Di
Jagat Kerinduan

Salam Sayang teruntuk mu,
Ntah salam apa yang pantas aku persembahkan dipangkuan mu, yang pasti seluruh salam sayang dan kerinduan ku hanya teruntuk mu, diiringi nyanyian burung dipagi hari ketika manusia terbangun dari mimpi dan meraih mentari ada saat nyata tinggalkan kidung malam berberkal do’a kasih suci. Read the rest of this entry »

Ketika ombak memecahkan dibibir pantai buih-buih yang memutih tanya ku tak terjawab walau pantai masih setia menanti ombak

Tanya Ku

Kembali membuka jendela hati

Diantara pagi menyapa mentari

Ada yang datang menghampiri

Ada rindu yang terobati

Ada cinta yang tersembunyi Read the rest of this entry »

Pesona Hujan

Mengumpulkan kembali untaian kalimat yang berceceran dihari-hari terlewati, moga mendapatkan paragraf diantara kata-kata yang berhamburan di FB.

Air itu akan mengalir ketempat yang lebih rendah, walau didaun talas tak meninggalkan bekas, ia telah hinggap dan memberi setetes arti seperti nyanyian perempuan berkerudung sepi hanya karena alasan kemandirian yang berlebihan. Read the rest of this entry »

Hidup, banyak cobaan, rintangan, rahmad dan hidayah dari Allah SWT, Langkah, Rezeki, Pertemuan, Maut,  semua sudah ditentukan olehNya. Kita, yang selanjutnya disebut manusia wajib berdo’a dan berusaha didalam mencari nafkah, karena semua itu tak akan datang dengan sendiri tanpa do’a dan usaha dan tak ada yang kebetulan. Read the rest of this entry »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.